Sabtu, 18 April 2020

Rindu Kasih Sayang


Suasana pedesaan yang masih asri penuh dengan pepohonan yang hijau ditambah dengan pemandangan sawah yang begitu indah bagaikan lukisan membuat hati ini menjadi tentram. Itulah sekilas gambaran dari sebuah desa sendang rejo di Kabupaten Lamongan tempat dimana Zainal atau Jae itu biasa disebut sehari hari. Jae merupakan anak dari seorang pimpinan perusahaan ternama, sehingga dia harus ikut kemana ayahnya pergi apabila ada sebuah proyek disebuah daerah tertentu. Tidak sekali ini saja Jae harus berpindah kota bahkan pindah sekolah dikarenakan kesibukan dari orang tuanya, namun Jae tetap menerima keadaan tersebut dengan lapang dada karena memahami apa yang telah terjadi. 
   Ibu  Jae merupakan seorang reporter televisi yang sudah terkenal, apabila tugas liputan dari kantor yang membutuhkankan terjun ke lapangan langsung, ibu Jae terkadang harus pergi keluar kota bahkan bisa berhari-hari, disatu sisi Jae ingin merasakan kehangatan keluarga. “Papa hari ini hari pertama jae masuk disekolah baru Papa anterin yaa…,” “kamukan biasanya diantar Pak Badrun”. Pak Badrun adalah sopir pribadi berusia empat puluh tahun dikeluarga Jae sudah sepuluh tahun Pak Badrun mengabdi di keluarga Jae kemana pun keluarga jae pergi dia selalu ikut bersama. “Tapi kan aku kepingin diantar papa kayak anak-anak pada umumnya gitu”. “Maaf ya nak ayah masih belum bisa mengantar kamu sekolah, mungkin lain kali karena sekarang papa mau meeting membahas proyek papa”. “Yaa papa selalu saja proyek yang diutamakan emang Jae gak penting”. “Ini proyek juga untuk kamu sayang”. Kemudian ayah Jae pun pergi dengan mobil pribadinya dan jae pun diantar ke sekolah bersama pak badrun menggunakan mobil  keluarga begitulah kehidupan yang bergelimang harta namun miskin akan perhatian orang tua yang sibuk akan dunia mereka sendiri ketika. 
Jae pun berangkat sekolah bersama pak badrun didalam perjalanan jae dan pak badrun berbincang. “Pak saya boleh tanya gak tanya Jae”, “Boleh dong Mas Zainal mau Tanya apa?” “Apa sampeyan gak kangen sama keluarga dirumah?” “Yaa kalau dibilang kangen ya kangen Mas Zainal, tapi mau gimana lagi ini kan sudah tanggung  jawab saya sebagai sopir mas”, “laa terus gimana sampeyan bisa meluangkan waktu untuk keluarga Tanya jae”. “Walau pun saya asli dari semarang tapi istri dan keluarga saya kebanyakan di Surabaya”, “terkadang saya minta izin sama pak Dahlan dan Ibu Susi ayah dan ibu mas Zainal supaya diizinkan untuk menengok keluarga dirumah sebentar saja gitu mas”. “Begitu yaa lanjut Jae”. Selama diperjalanan jae atau zainal diperlihakan suasana yang mungkin sudah tidak ada lagi diperkotaan sawah yang begitu hijau membuat mata menjadi sejuk pohon-pohon disetiap berbaris tanpa henti-hentinya seakan-akan ingin menyapa setiap orang yang ada diperjalanan, udara yang sejuk mewarnai hari-hari.
Jae sekarang duduk di kelas IX dia bersekolah di SMP Ahmad Dahlan sebagai murid pindahan, dia disana tergolong siswa yang mampu daripada siswa yang lainnya, yang rata-rata anak dari ekononi menengah kebawah. Namun itu bukan jadi masalah bagi diri Jae baginya setiap orang itu sama saja. Jae tergolong anak pandai dan rajin sehingga dia selalu mendapatkan nilai yang  bagus baik ketika ulangan  maupun ketika pengambilan rapor rangking yang bagus. Saat duduk dikelas VII maupun VIII dia selalu menjadi langganan mengikuti perlombaan. Dia sering diajak  mengikuti ajang olimpiade science. Ketika dia menginjak kelas IX ini ada yang berubah, dia merasa dirinya sudah pintar dan tak lagi suka belajar seperti dulu lagi. 
Merasa dirinya sudah kelas IX kini dirinya menjadi lebih sombong dan angkuh malahan kini dia bergaul bersama anak yang dianggap kurang memiliki sopan santun di sekolah, mungkin karena situasi dan kondisi di rumah yang kurang adanya perhatian sehingga Jae berubah sikap seperti itu, suatu ketika disaat jam istirahat Jae yang kehabisan uang sakunya karena dihambur-hamburkan untuk beli jajan disekolah, lalu dia mencoba memalak adik kelasnya karena ingin beli jajan lagi, “wooy anak kecil sini kamu” bentak jae, “ada apa kak jae” jawab Ari adik kelasnya yang masih duduk dibangku kelas VII, “sini kamu punya duit berapa bentak jae lagi”, “tinggal lima belas ribu aja kak jae”, “berikan semua sama aku sini” sambil mengadahkan tangannya meminta uang, “jangan semua kak nanti kalau aku pulang gimana” jawab Ari sambil memelas, “baik nih aku sisain uang lima ribu rupiah buat naik” angkot jawab Jae, terima kasih kak Jae jawab Ari sambil berlalu. 
    Ketika pembelajaran didalam kelas Jae tidak pernah memperhatikan apa yang ibu guru jelaskan. “Zainal kamu kok tidur cepat cuci muka sana” himbau Ibu Elsa yang merupakan guru pendidikan agama islam, “Bu Elsa ini cerewet sekali bentak jae sambil keluar ruang kelas dalam keaadaan yang marah”, “astaghfirullahhal adzim Zainal” jawab bu Elsa sambil  menghela nafas, tak lama setelah Jae meninggalkan kelas bel sekolah pun berbunyi tanda berakhirnya  jam pelajaran, para siswa bersiap-siap pulang kembali kerumah masing-masing, begitu pun juga Jae setelah kembali ke rumah dia terkejut mengapa tiba-tiba ayah dan ibunya ada di rumah selepas ia pulang, di rumah biasanya setiap pulang sekolah dia selalu sendiri ditemain Pak badrun sopir keluarga dan bibi Maymunah atau yang biasa dipanggil bi Muna, dalam hati Jae terasa gembira ketika melihat kedua orang tua ada di rumah untuk meluangkan waktu bagi dirinya sejenak melupakan aktivitas mereka sejenak.
Namun kegembiraan itu seakan sirna ketika Jae mendengar suara ribut dari kamar kedua orang tuanya, ternyata mereka bertengkar “kamu ini kenapa setiap hari gak ada dirumah bentak pak Dahlan ayah Jae”, :Papa sendiri setiap hari rapat” balas ibu susi sambil  membentak, “tadi aku dapat laporan bahwa anak kita melakukan tindakan yang kurang terpuji” kata Pak Dahlan, “itu karena kamu yang gak bisa mendidik anak balas ibu susi”, “kalau kamu bilang begitu lebih baik kita pisah saja kata” pak Dahlan, “baiklah tapi ingat jangan sampai Jae tahu akan pertengkaran kita ini” jawab ibu susi, “baiklah aku setuju lanjut” pak Dahlan, begitulah akhirnya kedua orang tua jae memutuskan untuk berpisah, setelah berdebat panjang kedua orang tua Jae pun keluar dari kamar dan melihat Jae yang sudah duduk di ruang tamu, kamu sudah pulang jae? tanya ibu Susi”,”sudah bu, barusan saja”, jawab jae
Beberapa hari kemudian perpisahan antara Pak Dahlah dan Bu Susi  itu pun terjadi, perilaku Jae di sekolah semakin menjadi lebih brutal pasca perpisahan ayah dan ibunya, dulu hanya sekedar memalak kini dia suka tidak masuk sekolah, sehingga semua nilai mata pelajarannya jatuh, tidak seperti Jae yang biasanya yang gemar belajar, bahkan pernah dia kedapatan membuat onar dengan teman sekolahnya sehingga dia dipanggil oleh wali kelasnya karena kedapatan berkelahi dan perbuatan-perbuatan buruk lainnya.”Zainal kenapa kamu suka berbuat yang kelewat batas bahkan tadi ibu dengar kamu berkelahi” Tanya ibu Devi selaku wali kelas Jae, “Saya lagi stress bu mama dan papa berpisah” jawab jae, “mengapa kamu lampiaskan kepada teman-teman kamu itu tidak baik”, jawab Bu Devi, “tapi saya benci kepada mama papa” jawab jae, “Zainal tanpa adanya kedua orang tua mungkin kamu tidak ada didunia ini, kamu adalah seorang anak tugas kamu hanyalah berbakti kepada kedua orang tua, mau dia ada permasalahan atau tidak itu urusan mereka”, “Iya bu”, “tugas kamu hanyalah berbakti kepada orang tua. bagaimana pun itu adalah orang tua kamu yang membesarkan kamu, dan ingat kamu harus meminta maaf terhadap orang-orang yang pernah kamu sakiti, karena bagaimanapun perbuatan kamu adalah perbuatan dosa”, baik Bu Devi saya akan bertanggung jawab atas perbuatan saya jawab jae. 
Dan pada akhirnya Jae setelah mendengar nasihat dari ibu Devi Jae pun menjadi anak yang berbakti kepada orang tuanya dia tidak memikirkan apa yang terjadi dengan apa dengan kedua orang tuanya tugas dia hanyalah berbakti kepada orang tua, Jae menjadi anak yang baik dan kembali gemar belajar sehingga dia menjadi anak yang berprestasi bahkan nilai Akhir Unasnya paling tertinggi di sekolahnya
M. Arfian Septiansyah





Kamis, 16 April 2020

Hakikat Puasa

     Puasa yang diperintahkan dan dianjurkan dalam Al-Quran dan Sunnah yaitu segala aktivitas kita meninggalkan, membatasi, dan menjauhi. Dalam pengertian lain, puasa ialah aktivitas menahan dan menjauhi dari dorongan perut dan kemaluan dengan niat untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt.

     Secara Umum, pengertian puasa yaitu sebuah aktivitas menahan dan menjauhi dari makan dan minum serta melawan godaan nafsu untuk melakukan hubungan badan suami istri, dan segala macam hal yang dapat membatalkan puasa, dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari, dengan berlandaskan niat hanya untuk mencari ridha Allah Swt.

     Perintah puasa atau menahan dari dua dorongan syahwat sebagaimana yang telah disebutkan diatas, isyarakan dalam Al-Quran, Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri'tikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa. (QS. Al-Baqarah (2): 187).

     Ayat Al-Quran tersebut mengisyarakatkan bahwa ketika puasa boleh melakukan hubungan badan dalam hal ini suami dan istri, dengan bersandar kepada firman Allah Swt, Mereka adalah pakaian bagimu dan kamu adalah pakaian bagi mereka.

     Sebagaimana diperbolehkan juga makan dan minum sepanjang malam sampai terbitnya fajar, dan kemudian diperintahkan untuk menyempurnakan puasa dari fajar hingga malam atau ketika terbenamnya matahari.

     Hal ini diperkuat oleh hadis Sahih, sabda Nabi Saw., “Setiap amal manusia untuk untuk dirinya, kecuali puasa, maka sesungguhnya itu untuk-Ku dan Aku memberinya pahala dari meninggalkan makan dan hawa nafsunya karena-Ku“

     Istilah puasa sebenarnya sudah dikenal oleh masyarakat Arab, sebelum Islam datang. Ini diperkuat dengan keterangan yang sahih masyarakat Arab sering melaksanakan puasa ‘Asyura pada masa Jahiliya untuk mengagungkan hari tersebut. Karena itu Nabi Saw. memerintahkan mereka untuk melakukan puasa Ramadhan sebagaimana perintah Allah Swt., Diwajibkan atas kamu berpuasa (QS. Al-Baqarah (2): 183).

     Perintah Allah ada di Surah Al-Baqarah ayat 183, diawal surah tersebut yang diseru adalah orang-orang yang beriman. Artinya, orang yang hanya menyatakan dirinya beriman kepada Allah Swt. dan Nabi Saw, yang memiliki kewajiban untuk menjalankan ibadah puasa.Dengan kata lain, yang wajib menjalankan ibadah puasa yaitu orang yang beragama islam, orang kafir tidak wajib menjalankan ibadah puasa.

     Orang kafir jika menjalankan ibadah puasa, maka tidak sah puasanya. Boleh-boleh saja mereka berpuasa tapi di mata Allah Swt tidak bernilai puasanya, Ia tidak mendapat pahala dari puasanya. Ia tidak akan mendapatkan pahala dari puasanya. Ia akan mendapatkan keuntungan duniawi saja seperti badan jadi sehat, tubuh menjadi langsing atau berat badan berkurang. Segala perbuatan orang kafir, meskipun utu baik kelak di hari kiamat akan menjadi debu . Seperti di dalam firman Allah Swt.”Dan Kami akan perlihatkan segala amal yang mereka kerjakan lalu Kami akan jadikan Amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan” (QS. Al-Furqaan: 23) Perintah Allah Swt. memang menyangkut kepada seluruh orang beriman, tapi ada beberapa pengecualian diantaranya, puasa hanya diwajibkan kepada mereka yang sudah dewasa dan sehat akalnya .

     Macam-macam puasa terbagi menjadi 4 yaitu:

 1. Puasa Wajib
     Ialah puasa yang dilaksanakan untuk memenuhi perintah Allah Swt, dan jika ditinggalkan akan mendapatkan dosa puasa wajib terbagi menjadi 3 yaitu
a. Puasa di bulan Ramadhan
     Puasa Ramadhan adalah puasa yang dilaksanakan pada bulan Ramadhan yang dilaksanakan setiap harinya selama 29 atau 30 hari. Puasa ini dilaksanakan pada saat terbit fajar sampai terbenamnya matahari
b. Puasa Nazar
     Adalah orang yang bernazar puasa karena menginginkan sesuatu dan wajib dilaksanakan setelah keinginan terseput tercapai, dan apabila tidak dikerjakan akan mendapat dosa dan akan dikenakan denda/kifarat
c. Puasa Kifarat
     Adalah Puasa untuk menebus dosa karena melakukan hubungan suami istri pada siang hari pada saat bulan Ramadhan, maka dendanya puasa dua bulan berturur-turut

 2. Puasa Sunnah

     Macam-macam puasa sunnah yang disunnahkan oleh Nabi Saw yang berdasarkan dalil sahih yaitu:

a. Puasa Hari Arafah
     Disunnahkan kepada orang yang selain melakukan ibadah haji dan dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah “ Puasa Arafah dapat menghapus dosa dua tahun, setahun silam, dan setahun yang akan datang. Dan puasa Asyura itu menghapus dosa setahun sebelumnya (HR. Muslim)
b. Puasa Tasu’a dan Puasa Asyura
     Puasa yang dilaksanakan pada tanggal 9 dan 10 Muharram
c. Puasa 6 hari di bulan Syawal
     “Barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dan meneruskan 6 hari di bulan Syawal, maka ia seperti puasa berpuasa sepanjang tahun (HR. Muslim)
d. Memperbanyak puasa di bulan Syaban
     Dari Aisyah Radhiyallahu’anha, dia berkata “Aku tidak pernah melihat Nabi Saw menyempurnakan puasa sebulan penuh kecuali pada bulan Ramadhan. Dan aku tidak pernah melihat Beliau Nabi Saw memperbanyak puasa di bulan-bulan lain seperti sya’ban “(HRBukhari-Muslim)
e. Memperbanyak Puasa di bulan Muharram
     “Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah bulan Muharram. Dan sholat yang paling utama setelah sholat fardhu adalah sholat malam “ (HR. Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, dan Nasa’i)
f. Puasa Senin dan Kamis
   “Sesungguhnya segala awal seluruh hamba dipaparkan pada hari Senin dan Kamis (HR. Abu Daud)
 g. Puasa 3 hari Setiap Pertengahan Bulan
     "Berpuasalah selama tiga hari setiap bulan, karena sesungguhnya kebaikan dikalikan 10, sehingga puasa itu (puasa 3 hari) sama dengan puasa satu tahun penuh” (HR. Bukhari-Muslim)
h. Puasa Nabiyullah Dawud
     “Puasa yang paling disukai Allah adalah puasa Dawud, yaitu berpuasa sehari, dan berbuka sehari” (HR. Muslim, Nasa’i, dan Ibnu Majjah)

 3. Puasa Makruh

 a. Berpuasa pada hari Jumat
     Berpuasa pada hari Jumat hukumnya makruh, kecuali apabila ia berpuasa sebelum atau sesudahnya, atau ia berpuasa dawud lalu jatuh pada hari Jumat, atau juga pada saat puasa sunnah pas jatuh pada hari Jumat. Puasa boleh dilakukan, karena bukan dengan sengaja berpuasa di hari Jumat
b. Puasa setahun penuh (Puasa dahr)
     Adalah puasa yang dilakukan setahun penuh, sebagaimana disebutkan dalam hadis berikut ini: artinya : Umar bertanya: Ya Rasulullah, bagaiman dengan orang yang berpuasa satu tahunj penuh? “ Rasululllah Saw menjawab ”ia dipandang tidak berpuasa dan tidak berbuka” (HR. Muslim)
 c. Puasa Wishal
     Adalah puasa yang tidak memakai sahur maupun buka. Puasa ini diperbolehkan oleh Rasulullah Saw namun dimakruhkan untuk umatnya.

4. Puasa Haram

     Yaitu Puasa yang ketika waktu itu memang diharamkan untuk melaksanakan puasa bagi seluruh umat Islam, apabila kita melaksanakan puasa pada hari tersebut maka akan mendapatkan dosa, dan apabila sebaliknya tentu akan mendapat pahala. Allah telah menentukan hukum agama telah mengharamkan puasa dalam beberapa keadaan, diantaranya adalah :
a. Puasa pada tanggal 1 Syawal dan 10 Dzulhijjah
b. Puasa hari Tasyrik 11,12,13 Dzulhijjah
c. Puasa pada hari yang diragukan



Daftar Pustaka

Qardawi,Yusuf, 1991, Tirulah Puasa Nabi  Bandung : PT Mizan Pustaka
Faridl, Miftah, 2007, Puasa: Ibadah Kaya Makna,Depok : Gema Insani

Abidin, Zaenal,2020, Fiqh Ibadah Bandung: Deepublish Publisher