Sabtu, 18 April 2020

Rindu Kasih Sayang


Suasana pedesaan yang masih asri penuh dengan pepohonan yang hijau ditambah dengan pemandangan sawah yang begitu indah bagaikan lukisan membuat hati ini menjadi tentram. Itulah sekilas gambaran dari sebuah desa sendang rejo di Kabupaten Lamongan tempat dimana Zainal atau Jae itu biasa disebut sehari hari. Jae merupakan anak dari seorang pimpinan perusahaan ternama, sehingga dia harus ikut kemana ayahnya pergi apabila ada sebuah proyek disebuah daerah tertentu. Tidak sekali ini saja Jae harus berpindah kota bahkan pindah sekolah dikarenakan kesibukan dari orang tuanya, namun Jae tetap menerima keadaan tersebut dengan lapang dada karena memahami apa yang telah terjadi. 
   Ibu  Jae merupakan seorang reporter televisi yang sudah terkenal, apabila tugas liputan dari kantor yang membutuhkankan terjun ke lapangan langsung, ibu Jae terkadang harus pergi keluar kota bahkan bisa berhari-hari, disatu sisi Jae ingin merasakan kehangatan keluarga. “Papa hari ini hari pertama jae masuk disekolah baru Papa anterin yaa…,” “kamukan biasanya diantar Pak Badrun”. Pak Badrun adalah sopir pribadi berusia empat puluh tahun dikeluarga Jae sudah sepuluh tahun Pak Badrun mengabdi di keluarga Jae kemana pun keluarga jae pergi dia selalu ikut bersama. “Tapi kan aku kepingin diantar papa kayak anak-anak pada umumnya gitu”. “Maaf ya nak ayah masih belum bisa mengantar kamu sekolah, mungkin lain kali karena sekarang papa mau meeting membahas proyek papa”. “Yaa papa selalu saja proyek yang diutamakan emang Jae gak penting”. “Ini proyek juga untuk kamu sayang”. Kemudian ayah Jae pun pergi dengan mobil pribadinya dan jae pun diantar ke sekolah bersama pak badrun menggunakan mobil  keluarga begitulah kehidupan yang bergelimang harta namun miskin akan perhatian orang tua yang sibuk akan dunia mereka sendiri ketika. 
Jae pun berangkat sekolah bersama pak badrun didalam perjalanan jae dan pak badrun berbincang. “Pak saya boleh tanya gak tanya Jae”, “Boleh dong Mas Zainal mau Tanya apa?” “Apa sampeyan gak kangen sama keluarga dirumah?” “Yaa kalau dibilang kangen ya kangen Mas Zainal, tapi mau gimana lagi ini kan sudah tanggung  jawab saya sebagai sopir mas”, “laa terus gimana sampeyan bisa meluangkan waktu untuk keluarga Tanya jae”. “Walau pun saya asli dari semarang tapi istri dan keluarga saya kebanyakan di Surabaya”, “terkadang saya minta izin sama pak Dahlan dan Ibu Susi ayah dan ibu mas Zainal supaya diizinkan untuk menengok keluarga dirumah sebentar saja gitu mas”. “Begitu yaa lanjut Jae”. Selama diperjalanan jae atau zainal diperlihakan suasana yang mungkin sudah tidak ada lagi diperkotaan sawah yang begitu hijau membuat mata menjadi sejuk pohon-pohon disetiap berbaris tanpa henti-hentinya seakan-akan ingin menyapa setiap orang yang ada diperjalanan, udara yang sejuk mewarnai hari-hari.
Jae sekarang duduk di kelas IX dia bersekolah di SMP Ahmad Dahlan sebagai murid pindahan, dia disana tergolong siswa yang mampu daripada siswa yang lainnya, yang rata-rata anak dari ekononi menengah kebawah. Namun itu bukan jadi masalah bagi diri Jae baginya setiap orang itu sama saja. Jae tergolong anak pandai dan rajin sehingga dia selalu mendapatkan nilai yang  bagus baik ketika ulangan  maupun ketika pengambilan rapor rangking yang bagus. Saat duduk dikelas VII maupun VIII dia selalu menjadi langganan mengikuti perlombaan. Dia sering diajak  mengikuti ajang olimpiade science. Ketika dia menginjak kelas IX ini ada yang berubah, dia merasa dirinya sudah pintar dan tak lagi suka belajar seperti dulu lagi. 
Merasa dirinya sudah kelas IX kini dirinya menjadi lebih sombong dan angkuh malahan kini dia bergaul bersama anak yang dianggap kurang memiliki sopan santun di sekolah, mungkin karena situasi dan kondisi di rumah yang kurang adanya perhatian sehingga Jae berubah sikap seperti itu, suatu ketika disaat jam istirahat Jae yang kehabisan uang sakunya karena dihambur-hamburkan untuk beli jajan disekolah, lalu dia mencoba memalak adik kelasnya karena ingin beli jajan lagi, “wooy anak kecil sini kamu” bentak jae, “ada apa kak jae” jawab Ari adik kelasnya yang masih duduk dibangku kelas VII, “sini kamu punya duit berapa bentak jae lagi”, “tinggal lima belas ribu aja kak jae”, “berikan semua sama aku sini” sambil mengadahkan tangannya meminta uang, “jangan semua kak nanti kalau aku pulang gimana” jawab Ari sambil memelas, “baik nih aku sisain uang lima ribu rupiah buat naik” angkot jawab Jae, terima kasih kak Jae jawab Ari sambil berlalu. 
    Ketika pembelajaran didalam kelas Jae tidak pernah memperhatikan apa yang ibu guru jelaskan. “Zainal kamu kok tidur cepat cuci muka sana” himbau Ibu Elsa yang merupakan guru pendidikan agama islam, “Bu Elsa ini cerewet sekali bentak jae sambil keluar ruang kelas dalam keaadaan yang marah”, “astaghfirullahhal adzim Zainal” jawab bu Elsa sambil  menghela nafas, tak lama setelah Jae meninggalkan kelas bel sekolah pun berbunyi tanda berakhirnya  jam pelajaran, para siswa bersiap-siap pulang kembali kerumah masing-masing, begitu pun juga Jae setelah kembali ke rumah dia terkejut mengapa tiba-tiba ayah dan ibunya ada di rumah selepas ia pulang, di rumah biasanya setiap pulang sekolah dia selalu sendiri ditemain Pak badrun sopir keluarga dan bibi Maymunah atau yang biasa dipanggil bi Muna, dalam hati Jae terasa gembira ketika melihat kedua orang tua ada di rumah untuk meluangkan waktu bagi dirinya sejenak melupakan aktivitas mereka sejenak.
Namun kegembiraan itu seakan sirna ketika Jae mendengar suara ribut dari kamar kedua orang tuanya, ternyata mereka bertengkar “kamu ini kenapa setiap hari gak ada dirumah bentak pak Dahlan ayah Jae”, :Papa sendiri setiap hari rapat” balas ibu susi sambil  membentak, “tadi aku dapat laporan bahwa anak kita melakukan tindakan yang kurang terpuji” kata Pak Dahlan, “itu karena kamu yang gak bisa mendidik anak balas ibu susi”, “kalau kamu bilang begitu lebih baik kita pisah saja kata” pak Dahlan, “baiklah tapi ingat jangan sampai Jae tahu akan pertengkaran kita ini” jawab ibu susi, “baiklah aku setuju lanjut” pak Dahlan, begitulah akhirnya kedua orang tua jae memutuskan untuk berpisah, setelah berdebat panjang kedua orang tua Jae pun keluar dari kamar dan melihat Jae yang sudah duduk di ruang tamu, kamu sudah pulang jae? tanya ibu Susi”,”sudah bu, barusan saja”, jawab jae
Beberapa hari kemudian perpisahan antara Pak Dahlah dan Bu Susi  itu pun terjadi, perilaku Jae di sekolah semakin menjadi lebih brutal pasca perpisahan ayah dan ibunya, dulu hanya sekedar memalak kini dia suka tidak masuk sekolah, sehingga semua nilai mata pelajarannya jatuh, tidak seperti Jae yang biasanya yang gemar belajar, bahkan pernah dia kedapatan membuat onar dengan teman sekolahnya sehingga dia dipanggil oleh wali kelasnya karena kedapatan berkelahi dan perbuatan-perbuatan buruk lainnya.”Zainal kenapa kamu suka berbuat yang kelewat batas bahkan tadi ibu dengar kamu berkelahi” Tanya ibu Devi selaku wali kelas Jae, “Saya lagi stress bu mama dan papa berpisah” jawab jae, “mengapa kamu lampiaskan kepada teman-teman kamu itu tidak baik”, jawab Bu Devi, “tapi saya benci kepada mama papa” jawab jae, “Zainal tanpa adanya kedua orang tua mungkin kamu tidak ada didunia ini, kamu adalah seorang anak tugas kamu hanyalah berbakti kepada kedua orang tua, mau dia ada permasalahan atau tidak itu urusan mereka”, “Iya bu”, “tugas kamu hanyalah berbakti kepada orang tua. bagaimana pun itu adalah orang tua kamu yang membesarkan kamu, dan ingat kamu harus meminta maaf terhadap orang-orang yang pernah kamu sakiti, karena bagaimanapun perbuatan kamu adalah perbuatan dosa”, baik Bu Devi saya akan bertanggung jawab atas perbuatan saya jawab jae. 
Dan pada akhirnya Jae setelah mendengar nasihat dari ibu Devi Jae pun menjadi anak yang berbakti kepada orang tuanya dia tidak memikirkan apa yang terjadi dengan apa dengan kedua orang tuanya tugas dia hanyalah berbakti kepada orang tua, Jae menjadi anak yang baik dan kembali gemar belajar sehingga dia menjadi anak yang berprestasi bahkan nilai Akhir Unasnya paling tertinggi di sekolahnya
M. Arfian Septiansyah





Kamis, 16 April 2020

Hakikat Puasa

     Puasa yang diperintahkan dan dianjurkan dalam Al-Quran dan Sunnah yaitu segala aktivitas kita meninggalkan, membatasi, dan menjauhi. Dalam pengertian lain, puasa ialah aktivitas menahan dan menjauhi dari dorongan perut dan kemaluan dengan niat untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt.

     Secara Umum, pengertian puasa yaitu sebuah aktivitas menahan dan menjauhi dari makan dan minum serta melawan godaan nafsu untuk melakukan hubungan badan suami istri, dan segala macam hal yang dapat membatalkan puasa, dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari, dengan berlandaskan niat hanya untuk mencari ridha Allah Swt.

     Perintah puasa atau menahan dari dua dorongan syahwat sebagaimana yang telah disebutkan diatas, isyarakan dalam Al-Quran, Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri'tikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa. (QS. Al-Baqarah (2): 187).

     Ayat Al-Quran tersebut mengisyarakatkan bahwa ketika puasa boleh melakukan hubungan badan dalam hal ini suami dan istri, dengan bersandar kepada firman Allah Swt, Mereka adalah pakaian bagimu dan kamu adalah pakaian bagi mereka.

     Sebagaimana diperbolehkan juga makan dan minum sepanjang malam sampai terbitnya fajar, dan kemudian diperintahkan untuk menyempurnakan puasa dari fajar hingga malam atau ketika terbenamnya matahari.

     Hal ini diperkuat oleh hadis Sahih, sabda Nabi Saw., “Setiap amal manusia untuk untuk dirinya, kecuali puasa, maka sesungguhnya itu untuk-Ku dan Aku memberinya pahala dari meninggalkan makan dan hawa nafsunya karena-Ku“

     Istilah puasa sebenarnya sudah dikenal oleh masyarakat Arab, sebelum Islam datang. Ini diperkuat dengan keterangan yang sahih masyarakat Arab sering melaksanakan puasa ‘Asyura pada masa Jahiliya untuk mengagungkan hari tersebut. Karena itu Nabi Saw. memerintahkan mereka untuk melakukan puasa Ramadhan sebagaimana perintah Allah Swt., Diwajibkan atas kamu berpuasa (QS. Al-Baqarah (2): 183).

     Perintah Allah ada di Surah Al-Baqarah ayat 183, diawal surah tersebut yang diseru adalah orang-orang yang beriman. Artinya, orang yang hanya menyatakan dirinya beriman kepada Allah Swt. dan Nabi Saw, yang memiliki kewajiban untuk menjalankan ibadah puasa.Dengan kata lain, yang wajib menjalankan ibadah puasa yaitu orang yang beragama islam, orang kafir tidak wajib menjalankan ibadah puasa.

     Orang kafir jika menjalankan ibadah puasa, maka tidak sah puasanya. Boleh-boleh saja mereka berpuasa tapi di mata Allah Swt tidak bernilai puasanya, Ia tidak mendapat pahala dari puasanya. Ia tidak akan mendapatkan pahala dari puasanya. Ia akan mendapatkan keuntungan duniawi saja seperti badan jadi sehat, tubuh menjadi langsing atau berat badan berkurang. Segala perbuatan orang kafir, meskipun utu baik kelak di hari kiamat akan menjadi debu . Seperti di dalam firman Allah Swt.”Dan Kami akan perlihatkan segala amal yang mereka kerjakan lalu Kami akan jadikan Amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan” (QS. Al-Furqaan: 23) Perintah Allah Swt. memang menyangkut kepada seluruh orang beriman, tapi ada beberapa pengecualian diantaranya, puasa hanya diwajibkan kepada mereka yang sudah dewasa dan sehat akalnya .

     Macam-macam puasa terbagi menjadi 4 yaitu:

 1. Puasa Wajib
     Ialah puasa yang dilaksanakan untuk memenuhi perintah Allah Swt, dan jika ditinggalkan akan mendapatkan dosa puasa wajib terbagi menjadi 3 yaitu
a. Puasa di bulan Ramadhan
     Puasa Ramadhan adalah puasa yang dilaksanakan pada bulan Ramadhan yang dilaksanakan setiap harinya selama 29 atau 30 hari. Puasa ini dilaksanakan pada saat terbit fajar sampai terbenamnya matahari
b. Puasa Nazar
     Adalah orang yang bernazar puasa karena menginginkan sesuatu dan wajib dilaksanakan setelah keinginan terseput tercapai, dan apabila tidak dikerjakan akan mendapat dosa dan akan dikenakan denda/kifarat
c. Puasa Kifarat
     Adalah Puasa untuk menebus dosa karena melakukan hubungan suami istri pada siang hari pada saat bulan Ramadhan, maka dendanya puasa dua bulan berturur-turut

 2. Puasa Sunnah

     Macam-macam puasa sunnah yang disunnahkan oleh Nabi Saw yang berdasarkan dalil sahih yaitu:

a. Puasa Hari Arafah
     Disunnahkan kepada orang yang selain melakukan ibadah haji dan dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah “ Puasa Arafah dapat menghapus dosa dua tahun, setahun silam, dan setahun yang akan datang. Dan puasa Asyura itu menghapus dosa setahun sebelumnya (HR. Muslim)
b. Puasa Tasu’a dan Puasa Asyura
     Puasa yang dilaksanakan pada tanggal 9 dan 10 Muharram
c. Puasa 6 hari di bulan Syawal
     “Barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dan meneruskan 6 hari di bulan Syawal, maka ia seperti puasa berpuasa sepanjang tahun (HR. Muslim)
d. Memperbanyak puasa di bulan Syaban
     Dari Aisyah Radhiyallahu’anha, dia berkata “Aku tidak pernah melihat Nabi Saw menyempurnakan puasa sebulan penuh kecuali pada bulan Ramadhan. Dan aku tidak pernah melihat Beliau Nabi Saw memperbanyak puasa di bulan-bulan lain seperti sya’ban “(HRBukhari-Muslim)
e. Memperbanyak Puasa di bulan Muharram
     “Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah bulan Muharram. Dan sholat yang paling utama setelah sholat fardhu adalah sholat malam “ (HR. Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, dan Nasa’i)
f. Puasa Senin dan Kamis
   “Sesungguhnya segala awal seluruh hamba dipaparkan pada hari Senin dan Kamis (HR. Abu Daud)
 g. Puasa 3 hari Setiap Pertengahan Bulan
     "Berpuasalah selama tiga hari setiap bulan, karena sesungguhnya kebaikan dikalikan 10, sehingga puasa itu (puasa 3 hari) sama dengan puasa satu tahun penuh” (HR. Bukhari-Muslim)
h. Puasa Nabiyullah Dawud
     “Puasa yang paling disukai Allah adalah puasa Dawud, yaitu berpuasa sehari, dan berbuka sehari” (HR. Muslim, Nasa’i, dan Ibnu Majjah)

 3. Puasa Makruh

 a. Berpuasa pada hari Jumat
     Berpuasa pada hari Jumat hukumnya makruh, kecuali apabila ia berpuasa sebelum atau sesudahnya, atau ia berpuasa dawud lalu jatuh pada hari Jumat, atau juga pada saat puasa sunnah pas jatuh pada hari Jumat. Puasa boleh dilakukan, karena bukan dengan sengaja berpuasa di hari Jumat
b. Puasa setahun penuh (Puasa dahr)
     Adalah puasa yang dilakukan setahun penuh, sebagaimana disebutkan dalam hadis berikut ini: artinya : Umar bertanya: Ya Rasulullah, bagaiman dengan orang yang berpuasa satu tahunj penuh? “ Rasululllah Saw menjawab ”ia dipandang tidak berpuasa dan tidak berbuka” (HR. Muslim)
 c. Puasa Wishal
     Adalah puasa yang tidak memakai sahur maupun buka. Puasa ini diperbolehkan oleh Rasulullah Saw namun dimakruhkan untuk umatnya.

4. Puasa Haram

     Yaitu Puasa yang ketika waktu itu memang diharamkan untuk melaksanakan puasa bagi seluruh umat Islam, apabila kita melaksanakan puasa pada hari tersebut maka akan mendapatkan dosa, dan apabila sebaliknya tentu akan mendapat pahala. Allah telah menentukan hukum agama telah mengharamkan puasa dalam beberapa keadaan, diantaranya adalah :
a. Puasa pada tanggal 1 Syawal dan 10 Dzulhijjah
b. Puasa hari Tasyrik 11,12,13 Dzulhijjah
c. Puasa pada hari yang diragukan



Daftar Pustaka

Qardawi,Yusuf, 1991, Tirulah Puasa Nabi  Bandung : PT Mizan Pustaka
Faridl, Miftah, 2007, Puasa: Ibadah Kaya Makna,Depok : Gema Insani

Abidin, Zaenal,2020, Fiqh Ibadah Bandung: Deepublish Publisher
 

Kamis, 20 Februari 2020

SENIN-KAMIS

`Pada suatu ketika dihari tepatnya saat menjelang subuh tiba, kring...kring...kring... suara jam weker pun berbunyi nyaring menandakan pukul 02.30 tengah hari, Rizal pun terbangun dikarenakan suara jam weker yang berbunyi kencang. “Hoaahem, sudah jam setengah tiga pagi ternyata” kata rizal, tiba-tiba ada seseorang yang menghampiri kamar “Rizal, Rizal tolong dong matikan weker kamu” kata Tina sambil mengomel yang merupakan kakak kandung dari Rizal, “iya kak ini aku mau matikan”, kata Rizal yang masih berada diatas tempat tidurnya, setelah mematikan jam wekernya yang berada tepat disampingnya Rizal pun beranjak dari tempat tidurnya dan kemudian menuju ke kamar mandi, Disaat menuju ke kamar mandi terlihat Bu Diana yang merupakan ibu dari Rizal sedang memasak di dapur, “Rizal kalau kamu mau makan sahur itu makanannya sudah ibu siapkan di meja makan ibu sudah sajikan nasi baronan kesukaan kamu” kata Bu Diana, langkah rizal pun terhenti sejenak untuk melangkah ke kamar mandi, kemudian dia pun berkata ”iya ibu, tapi saya mau sholat tahajud dulu bu boleh kan”, Iya boleh tapi jangan lupa makan sahur ya”, kata bu Diana, “Iya Ibu”, Jawab Rizal, kemudian Rizal mengambil air wudhu dan melaksanakan sholat tahajud. Setelah melaksanakan sholat tahajud kemudian rizal menuju ke meja makan untuk mengambil makan sahur, tiba-tiba Bu Diana berkata “Rizal coba kamu tanya kak Tina, katanya dia juga mau ikut puasa Senin Kamis juga?, tanya bu Diana, sambil mengambil makan sahur Rizal pun menjawab, iya ibu, kemudian Rizal pun menuju kemar Tina, “kata ibu kak Tina mau ikutan puasa Senin Kamis ya”, Rizal pun bertanya kepada kakaknya yang sedang tertidur dikamarnya, tak lama kemudian Tina terbangun dari tempat tidurnya dan pun sedikit berbicara lantang , “iya dek kakak juga mau ikut puasa sunnah senin kamis” Jawab Tina, kemudian tTna keluar dari kamar tidurnya dan mengambil makan sahur. Setelah mak.an sahur Rizal pun mengambil air wudhu. “kamu mau sholat subuh di masjid nak?” Tanya Bu Diana kepada Rizal, “iya bu ini lagi persiapan jawab Rizal yang kemudian menuju ke kamarnya untuk segera berganti pakaian baju koko dengan sarung. Setelah berganti pakaian Bu Diana pun memangil kembali Rizal, “Rizal coba kamu bangunkan kak Anton ajak sekalian dia ke masjid untuk sholat subuh” kata Bu Diana, “Baik bu saya akan bangunkan kak Anton” kemudian Rizal pun menghampiri kamar kak Anton yang merupakan putra sulung dari Bu Diana, “kak Anton sudah menjelang subuh nich, ayo ke masjid kata” Rizal sambil sedikit berteriak, iya, “iya ini sudah bangun” kata Anton kemudian Anton keluar dari kamarnya dan langsung mengambil air wudhu. Anton dan Rizal berangkat ke masjid dengan suasana masih gelap dan ditemani suara jangkrik yang selalu berderik disepanjang jalan, tak luput pula air embun yang mewarnai setiap dedaunan juga ikut mengiiringi langkah Anton dan Rizal untuk menuju ke masjid di desa Brondong, Lamonngan. Sesampainya disana Rizal dihampiri oleh Pak Badrun yang merupakan imam masjid Brondong, “Rizal Nanti kamu bisa adzankan” kata pak Badrun, “Insya Allah siap pak”, jawab Rizal “terima kasih”, balas Pak Badrun, “Sama-sama pak Badrun” Jawab Rizal, kemudian Rizal pun melaksanakan salat tahiyatul masjid, setelah Rizal melaksanakan salat tahiyatul masjid alarm jam digital masjid berbunyi yang waktu subuh telah tiba, kemudian Rizal pun mengumandangkan adzan dan setelah itu salat subuh dilaksanakan secara berjamaah dilaksanakan. Setelah selesai salat berjamaah Anton pun berkata kepada Rizal “gimana setelah salat subuh ini kita ke warungnya emak Marinah di Pasar Brondong”, “mau ngapain kak”, kata Rizal. “Ya beli es dawet siwalan lah”,kata Anton. “ini ceritanya kakak mau traktir aku”, kata Rizal, “iya gak apa-apa kan sekali-sekali traktir adiknya, mumpung jualan pulsa kakak lagi laris”, jawab Anton, dengan nada menggoda Rizal pun menjawab “jangankan sekali-sekali, berkali-kali pun juga boleh hahaha...” kemudian mereka beranjak dari masjid, mentari pun mulai nampak bersinar mereka melangkah menuju ke Pasar Brondong yang jaraknya beberapa meter dari lokasi masjid. Marinah yang usianya sekitar enam puluh tahunan berjualan di pasar S sudah lebih dari sepuluh tahun dia berjualan di pasar Brondong , “emak Rinah...”, begitu begitu biasanya emak Marinah dipanggil. “Eh Anton sama Rizal pagi-pagi gini tumben udah kesini” kata Emah Rinah, “nih kak Anton tiba-tiba kok ngidam es dawet siwalannya emak”, kata Rizal dengan nada menggoda, “ah bisa aja kamu dik”, jawab Anton, Gak apa-apa ini emak mau buatkan, “aku seperti biasa es batunya sedikit aja”kata Rizal, “kalau aku gula jawanya banyakin biar manis kayak aku”, kata Anton, “semua pesananan kalian emak buatkan, kata emak Marinah atau yang biasa dipanggil mak Rinah, kemudian menyajikan es dawet siwalan di meja lalu terdengar suara kriuk, “suara apa itu kamu kentut?” tanya Anton, “gak kak itu suara perut aku”, kata Rizal sambil tersenyum, “kalau kamu mau sekalian kakak belikan aja soto Lamongan Pak Ali dua sekalian ya sama kakak”, kata Anton, “oh iya hampir saja aku lupa hari ini aku kan puasa sunnah senin kamis”, kata Rizal, “ya udah kamu pesankan kakak soto lamongannya satu aja”, kata Anton “ Pak Ali sotonya satu ya, buat kak Anton”, kata Rizal sambil berteriak, “Siap mas Rizal”, kata Pak Ali, selang beberapa menit soto soto Lamongan tiba, “nih soto Lamongannya sudah siap, mas Rizal gak sekalian pesan”, kata Pak Ali, “gak pak saya lagi puasa”, kata Rizal, “wah bagus itu” jawab pak Ali yang kemudian berlalu dari meja Anton dan Rizal. gak apa-apa nih kakak makan sendiri?, tanya Anton, “gak apa-apa lah kak aku anggap ini sebagai ujian”, jawab Rizal, “kamu kira kakak ini setan apa”, kata Anton dengan nada bercanda, “ya agak mirip sedikttlah”, kata Rizal, “emang kamu ya” jawab Anton sambil menggelititik tubuh Rizal karena gemas, es dawetku di bungkus aja ya buat ibu di rumah? Tanya Rizal, “ya gak apa-apa” kata Anton. Setelah dari pasar Brondong kemudian Anton dan Rizal pulang ke rumah. “Assalamualaikum”, Anton dan Rizal mengucapkan salam bersamaan, “Waalaikumsallam”, jawab Bu Diana. “Rizal kamu hari ini apa tidak sekolah”, tanya Bu Diana, ya sekolah bu ini aku mau siap-siap mandi, Jawab Rizal. kemudian Rizal mengambil handuk dan bergegas mandi. Setelah mandi kemudian menuju kamarnya untuk berganti pakaian seragam sekolah. Rizal merupakan siswa kelas IX SMP Muda Jaya Lamongan, dia merupakan anak yang sangat religius, Rizal sekarang merupakan takmir masjid di sekolahnya, dia merupakan salah satu muadzin dikala datang waktu jam sholat tiba, dan dia bercita-cita ingin menjadi seorang guru. Waktu menunjukkan pukul setengah tujuh pagi Rizal pun bersiap berangkat ke sekolah, Ibu saya pamit ke sekolah”kata Rizal sambil menghampiri ibunya dan mencium tangannya, “Iya nak, kamu hari ini ujian praktek olahraga ya, apa kamu kuat dengan kondisi kamu puasa gitu”, tanya Bu Diana. “Insyaallah kuat bu hitung-hitung latihan buat puasa ramadhan nanti”, Jawab Rizal, ya udah, tapi ingat kalau tidak kuat jangan kamu paksakan yaa, jawab Bu Diana, Siap bos!!, Jawab Rizal sambil melakukan gerakan hormat. Kemudian Rizal pun berangkat ke sekolah dengan mengayuh sepedanya, tiba-tiba ditengah perjalanan rantai sepeda Rizal pun terlepas, laju perjalanan menuju sekolah pun terhambat lantaran harus membetul rantai sepedanya terlebih dahulu. dipinggir jalan berusaha membetulkan rantai sepedanya berharap dia tidak terlambat ke sekolah dan guru BP mengerti kondisinya. setelah selesai membetulkan sepeda Rizal pun kembali melanjutkan perjalanannya menuju ke sekolah. Setiba di sekolah gerbang sekolah pun telah ditutup Rizal merasa kecewa namun Pak Andy selaku guru BP melihat Rizal yang terlambat kemudian menghampirinya di balik gerbang. “Rizal kamu mssuk” kata Pak Andy sambil membukakan pintu gerbang sekolah, “terima kasih” Pak, Jawab Rizal. Kenapa kamu terlambat ke sekolah?, Tanya Pak Andy, “maaf pak tadi ditengah perjalanan rantai sepeda saya lepas, jadi saya benerin dulu pak”, jawab Rizal, “kamu tahukan kalau siswa terlambat ada sanksinya”, kata Pak Andy, “iya pak”, Jawab Rizal, “sekarang kamu lari keliling lapangan lima kali sebagai hukuman kamu terlambat”, kata Pak Andy,” Baik pak”, jawab Rizal, Rizal pun berlari keliling lapangan sebanyak lima kali sebagai hukuman atas dia terlambat datang ke sekolah. “Sudah selesai pak”, kata Rizal, “ya udah sekarang kamu masuk ke kelas sana”, jawab Pak Andy. kemudian Rizal pun menuju ke kelasnya dan bertemu dengan Ahmad teman sebangkunya, “Rizal kamu sudah hafal gerakan senam untuk ujian praktek hari ini?”Tanya Ahmad, “sudah dong aku kan setiap hari latihan terus bersama kelompokku”, jawab Rizal, “selain itu kita juga ada ujian lari, ujian fisik seperti push up, sit up, dan praktek bola besar basket dan Sepak bola kamu sudah siap”, tanya Ahmad, “Sudah dong malahan aku tadi udah ujian praktek duluan”, jawab Rizal “Maksudnya, ujian prakteknya kan baru dimulai setelah salat kita dhuha bersama sekitar jam sembilanan?”, Tanya Ahmad, “iya aku tadi disuruh lari keliling lapangan sama Pak Andy karena aku terlambat datang ke sekolah”, jawab Rizal, “dasar kamunya aja yang malas sampai-sampai bisa datang terlambat,” jawab Ahmad, “enak aja aku malas, aku terlambat karena rantai sepeda aku lepas, jadi aku betulin dulu”, jawab Rizal dengan nada kesal, “oh seperti itu, kalau gitu ayo kita sholat dhuha dulu”, jawab Ahmad. iya sebelum pak Sulaiman datang buat menyuruh kita buat salat. Rizal pun menuju ke hall putra dilantai tiga untuk melaksanakan salat berjamaah bersama teman-teman yang lainnya. Setelah salat berjamaah Rizal pun menuju ke teman satu kelompok senamnya,”Hai guys, gimana persiapannya nich?”, tanya Rizal sambil berteriak kepada teman-temannya. “Kamu kemana aja Rizal dari tadi kami nyariin kamu”, jawab edi teman satu kelompok senam. Didalam ujian praktek olahraga senam dibentuk beberapa kelompok, didalam satu kelompok terdiri dari lima siswa. Rizal tergabung ke dalam kelompok D yang terdiri dari Rizal, edi, Arjuna, Doni, Zainudin. “Rizal hari ini hari kamis kamu puasa gak?” tanya Zainuddin. “aku hari puasa, kenapa emangnya? Jawab Rizal, Apa kamu kuat ujian praktek olah raga nanti, kan gak hanya senam aja?”, tanya Arjuna, “iya aku tahu Bismillah, insyaallah aku kuat kok, hitung-hitung latihan buat puasa ramadhan nanti”, jawab Rizal, “kamu hebat Zal puasa tapi masih aja berkegiatan”, Jawab Doni, “bagiku puasa itu bukan suatu halangan bagi seseorang untuk melakukan suatu aktivitas, melainkan untuk semakin mendekatkan kita kepada Allah” jawab Rizal, “benar kamu Zal”, jawab Arjuna dengan mengacungkan ibu jarinya, “kalian tau gak sich kenapa kita dianjurkan untuk puasa Senin Kamis?” Tanya Rizal kemudian serentak Doni, Arjuna, Edi, dan Zainuddin menjawab kenapa emangnya, “ternyata ada kedahsyatan tersendiri dari puasa Senin Kamis. Mereka banyak yang tidak tahu puasa Senin Kamis selain dapat meningkatkan ketakwaan kita juga memiliki manfaat untuk kesehatan, kemajuan pribadi, kesuksesan karier/usaha, terkabulnya doa dan masih banyak lagi, jawab Rizal lantas dasat hukum dianjurkannya puasa Senin Kamis ini apa?”Tanya Arjuna,”Rasulullah SAW ditanya oleh berberapa sahabat terkait apa alasan yang mendasari mengapa puasa Senin Kamis dianjuarkan beliau bersabda “ Sesungguhnya segala amal perbuatan itu dipersembahkan pada hari Senin dan Kamis, maka aku lebih suka jika amalanku dihadapkan sedangkan aku dalam keadaan berpuasa” HR Tirmidzi,” Jawab Rizal,”kalau di perhatikan dari hadis ini manusia itu seperti karyawan yang setiap mengerjakan tugas masing, dan setiap minggu diaudit oleh tim auditor gitu yaa”, jawab Edi, “Iya ed kok kamu tahu sich", jawab Rizal, “iya karena ayahku bekerja sebagai karyawan tim auditor gitu”.Jawab Edi Eh. Ujian prakteknya udah di mulai loo”, kata Doni, sebentar lagi kelompok C kita siap-siap turun yuk”, kata Rizal. Mereka akhirnya pun turun. “Iya itu tadi penampilan dari kelompok C beri applause”, kata Pak Faizal selaku guru olah raga, “kini giliran kelompok D silahkan maju Rizal, Doni, Zainuddin, Arjuna dan edi beri applause kawan-kawan” lanjut pak Faizal kemudian mereka pun mempresentasikan gerakan senam yang mereka buat. setelah selesai ujian praktek senam, kemudian berlanjut ke ujian praktek selanjutnya yaitu lari, push up, sit, up dan bola besar basket dan sepak bola. Sore hari pun menjelang para siswa pun sudah mulai pulang.”Kamu hebat zal walau keadaan puasa masih saja kuat ikut ujian praktek olahraga padahal berat loo”, kata Ahmad, “kalau udah diniatin insyaallah dipermudah mad”, jawab Rizal, “kamu pulang naik ojek online mad? “tanya Rizal, “iya zal”, jawab Ahmad, “kamu pulang bareng aku aja rumah kitakan searah”, jawab Rizal, oke kalau gitu, jawab Rizal. Kemudian mereka berdua pulang bersama. “Berhenti”, kata Ahmad, “iya udah tahu inikan rumah kamu”, jawab Rizal, “terima kasih ya udah nganterin aku”, kata Ahmad. “ya sama-sama, Assalamualaikum” kata Rizal, “Waalaikumsallam” jawab Ahmad. Sesampainya dirumah. “Assalamualaikum”, Rizal mengucapkan salam sambil memarkir sepedanya di teras rumahnya, kemudian “waalaikumsallam, ini ibu udah buatkan kamu teh hangat untuk kamu berbuka nanti “kata bu Diana. “Asik-asik”, jawab Rizal kegirangan. tak lama kemudian waktu Maghrib pun tiba saatnya dan Rizal pun menyantap takjil yang disediakan dan bersyukur atas kenikmatan yang diberikan Allah kepada dirinya dan kemudian Rizal pun menutup puasa Seni Kamisnya dengan salat Maghrib berjamaah di Masjid.; M. Arfian Septiansyah