Ini merupakkan blog pribadi milik saya M. Arfian Septiansyah baik berupa artikel, cerpen atau karya lainnya
Kamis, 20 Februari 2020
SENIN-KAMIS
`Pada suatu ketika dihari tepatnya saat menjelang subuh tiba, kring...kring...kring... suara jam weker pun berbunyi nyaring menandakan pukul 02.30 tengah hari, Rizal pun terbangun dikarenakan suara jam weker yang berbunyi kencang. “Hoaahem, sudah jam setengah tiga pagi ternyata” kata rizal, tiba-tiba ada seseorang yang menghampiri kamar “Rizal, Rizal tolong dong matikan weker kamu” kata Tina sambil mengomel yang merupakan kakak kandung dari Rizal, “iya kak ini aku mau matikan”, kata Rizal yang masih berada diatas tempat tidurnya, setelah mematikan jam wekernya yang berada tepat disampingnya Rizal pun beranjak dari tempat tidurnya dan kemudian menuju ke kamar mandi,
Disaat menuju ke kamar mandi terlihat Bu Diana yang merupakan ibu dari Rizal sedang memasak di dapur, “Rizal kalau kamu mau makan sahur itu makanannya sudah ibu siapkan di meja makan ibu sudah sajikan nasi baronan kesukaan kamu” kata Bu Diana, langkah rizal pun terhenti sejenak untuk melangkah ke kamar mandi, kemudian dia pun berkata ”iya ibu, tapi saya mau sholat tahajud dulu bu boleh kan”, Iya boleh tapi jangan lupa makan sahur ya”, kata bu Diana, “Iya Ibu”, Jawab Rizal, kemudian Rizal mengambil air wudhu dan melaksanakan sholat tahajud.
Setelah melaksanakan sholat tahajud kemudian rizal menuju ke meja makan untuk mengambil makan sahur, tiba-tiba Bu Diana berkata “Rizal coba kamu tanya kak Tina, katanya dia juga mau ikut puasa Senin Kamis juga?, tanya bu Diana, sambil mengambil makan sahur Rizal pun menjawab, iya ibu, kemudian Rizal pun menuju kemar Tina, “kata ibu kak Tina mau ikutan puasa Senin Kamis ya”, Rizal pun bertanya kepada kakaknya yang sedang tertidur dikamarnya, tak lama kemudian Tina terbangun dari tempat tidurnya dan pun sedikit berbicara lantang , “iya dek kakak juga mau ikut puasa sunnah senin kamis” Jawab Tina, kemudian tTna keluar dari kamar tidurnya dan mengambil makan sahur.
Setelah mak.an sahur Rizal pun mengambil air wudhu. “kamu mau sholat subuh di masjid nak?” Tanya Bu Diana kepada Rizal, “iya bu ini lagi persiapan jawab Rizal yang kemudian menuju ke kamarnya untuk segera berganti pakaian baju koko dengan sarung. Setelah berganti pakaian Bu Diana pun memangil kembali Rizal, “Rizal coba kamu bangunkan kak Anton ajak sekalian dia ke masjid untuk sholat subuh” kata Bu Diana, “Baik bu saya akan bangunkan kak Anton” kemudian Rizal pun menghampiri kamar kak Anton yang merupakan putra sulung dari Bu Diana, “kak Anton sudah menjelang subuh nich, ayo ke masjid kata” Rizal sambil sedikit berteriak, iya, “iya ini sudah bangun” kata Anton kemudian Anton keluar dari kamarnya dan langsung mengambil air wudhu.
Anton dan Rizal berangkat ke masjid dengan suasana masih gelap dan ditemani suara jangkrik yang selalu berderik disepanjang jalan, tak luput pula air embun yang mewarnai setiap dedaunan juga ikut mengiiringi langkah Anton dan Rizal untuk menuju ke masjid di desa Brondong, Lamonngan. Sesampainya disana Rizal dihampiri oleh Pak Badrun yang merupakan imam masjid Brondong, “Rizal Nanti kamu bisa adzankan” kata pak Badrun, “Insya Allah siap pak”, jawab Rizal “terima kasih”, balas Pak Badrun, “Sama-sama pak Badrun” Jawab Rizal, kemudian Rizal pun melaksanakan salat tahiyatul masjid, setelah Rizal melaksanakan salat tahiyatul masjid alarm jam digital masjid berbunyi yang waktu subuh telah tiba, kemudian Rizal pun mengumandangkan adzan dan setelah itu salat subuh dilaksanakan secara berjamaah dilaksanakan.
Setelah selesai salat berjamaah Anton pun berkata kepada Rizal “gimana setelah salat subuh ini kita ke warungnya emak Marinah di Pasar Brondong”, “mau ngapain kak”, kata Rizal. “Ya beli es dawet siwalan lah”,kata Anton. “ini ceritanya kakak mau traktir aku”, kata Rizal, “iya gak apa-apa kan sekali-sekali traktir adiknya, mumpung jualan pulsa kakak lagi laris”, jawab Anton, dengan nada menggoda Rizal pun menjawab “jangankan sekali-sekali, berkali-kali pun juga boleh hahaha...” kemudian mereka beranjak dari masjid, mentari pun mulai nampak bersinar mereka melangkah menuju ke Pasar Brondong yang jaraknya beberapa meter dari lokasi masjid.
Marinah yang usianya sekitar enam puluh tahunan berjualan di pasar S sudah lebih dari sepuluh tahun dia berjualan di pasar Brondong , “emak Rinah...”, begitu begitu biasanya emak Marinah dipanggil. “Eh Anton sama Rizal pagi-pagi gini tumben udah kesini” kata Emah Rinah, “nih kak Anton tiba-tiba kok ngidam es dawet siwalannya emak”, kata Rizal dengan nada menggoda, “ah bisa aja kamu dik”, jawab Anton, Gak apa-apa ini emak mau buatkan, “aku seperti biasa es batunya sedikit aja”kata Rizal, “kalau aku gula jawanya banyakin biar manis kayak aku”, kata Anton, “semua pesananan kalian emak buatkan, kata emak Marinah atau yang biasa dipanggil mak Rinah, kemudian menyajikan es dawet siwalan di meja lalu terdengar suara kriuk, “suara apa itu kamu kentut?” tanya Anton, “gak kak itu suara perut aku”, kata Rizal sambil tersenyum, “kalau kamu mau sekalian kakak belikan aja soto Lamongan Pak Ali dua sekalian ya sama kakak”, kata Anton, “oh iya hampir saja aku lupa hari ini aku kan puasa sunnah senin kamis”, kata Rizal, “ya udah kamu pesankan kakak soto lamongannya satu aja”, kata Anton “ Pak Ali sotonya satu ya, buat kak Anton”, kata Rizal sambil berteriak, “Siap mas Rizal”, kata Pak Ali, selang beberapa menit soto soto Lamongan tiba, “nih soto Lamongannya sudah siap, mas Rizal gak sekalian pesan”, kata Pak Ali, “gak pak saya lagi puasa”, kata Rizal, “wah bagus itu” jawab pak Ali yang kemudian berlalu dari meja Anton dan Rizal. gak apa-apa nih kakak makan sendiri?, tanya Anton, “gak apa-apa lah kak aku anggap ini sebagai ujian”, jawab Rizal, “kamu kira kakak ini setan apa”, kata Anton dengan nada bercanda, “ya agak mirip sedikttlah”, kata Rizal, “emang kamu ya” jawab Anton sambil menggelititik tubuh Rizal karena gemas, es dawetku di bungkus aja ya buat ibu di rumah? Tanya Rizal, “ya gak apa-apa” kata Anton. Setelah dari pasar Brondong kemudian Anton dan Rizal pulang ke rumah. “Assalamualaikum”, Anton dan Rizal mengucapkan salam bersamaan, “Waalaikumsallam”, jawab Bu Diana. “Rizal kamu hari ini apa tidak sekolah”, tanya Bu Diana, ya sekolah bu ini aku mau siap-siap mandi, Jawab Rizal. kemudian Rizal mengambil handuk dan bergegas mandi. Setelah mandi kemudian menuju kamarnya untuk berganti pakaian seragam sekolah.
Rizal merupakan siswa kelas IX SMP Muda Jaya Lamongan, dia merupakan anak yang sangat religius, Rizal sekarang merupakan takmir masjid di sekolahnya, dia merupakan salah satu muadzin dikala datang waktu jam sholat tiba, dan dia bercita-cita ingin menjadi seorang guru. Waktu menunjukkan pukul setengah tujuh pagi Rizal pun bersiap berangkat ke sekolah, Ibu saya pamit ke sekolah”kata Rizal sambil menghampiri ibunya dan mencium tangannya, “Iya nak, kamu hari ini ujian praktek olahraga ya, apa kamu kuat dengan kondisi kamu puasa gitu”, tanya Bu Diana. “Insyaallah kuat bu hitung-hitung latihan buat puasa ramadhan nanti”, Jawab Rizal, ya udah, tapi ingat kalau tidak kuat jangan kamu paksakan yaa, jawab Bu Diana, Siap bos!!, Jawab Rizal sambil melakukan gerakan hormat.
Kemudian Rizal pun berangkat ke sekolah dengan mengayuh sepedanya, tiba-tiba ditengah perjalanan rantai sepeda Rizal pun terlepas, laju perjalanan menuju sekolah pun terhambat lantaran harus membetul rantai sepedanya terlebih dahulu. dipinggir jalan berusaha membetulkan rantai sepedanya berharap dia tidak terlambat ke sekolah dan guru BP mengerti kondisinya. setelah selesai membetulkan sepeda Rizal pun kembali melanjutkan perjalanannya menuju ke sekolah. Setiba di sekolah gerbang sekolah pun telah ditutup Rizal merasa kecewa namun Pak Andy selaku guru BP melihat Rizal yang terlambat kemudian menghampirinya di balik gerbang. “Rizal kamu mssuk” kata Pak Andy sambil membukakan pintu gerbang sekolah, “terima kasih” Pak, Jawab Rizal. Kenapa kamu terlambat ke sekolah?, Tanya Pak Andy, “maaf pak tadi ditengah perjalanan rantai sepeda saya lepas, jadi saya benerin dulu pak”, jawab Rizal, “kamu tahukan kalau siswa terlambat ada sanksinya”, kata Pak Andy, “iya pak”, Jawab Rizal, “sekarang kamu lari keliling lapangan lima kali sebagai hukuman kamu terlambat”, kata Pak Andy,” Baik pak”, jawab Rizal, Rizal pun berlari keliling lapangan sebanyak lima kali sebagai hukuman atas dia terlambat datang ke sekolah. “Sudah selesai pak”, kata Rizal, “ya udah sekarang kamu masuk ke kelas sana”, jawab Pak Andy. kemudian Rizal pun menuju ke kelasnya dan bertemu dengan Ahmad teman sebangkunya, “Rizal kamu sudah hafal gerakan senam untuk ujian praktek hari ini?”Tanya Ahmad, “sudah dong aku kan setiap hari latihan terus bersama kelompokku”, jawab Rizal, “selain itu kita juga ada ujian lari, ujian fisik seperti push up, sit up, dan praktek bola besar basket dan Sepak bola kamu sudah siap”, tanya Ahmad, “Sudah dong malahan aku tadi udah ujian praktek duluan”, jawab Rizal “Maksudnya, ujian prakteknya kan baru dimulai setelah salat kita dhuha bersama sekitar jam sembilanan?”, Tanya Ahmad, “iya aku tadi disuruh lari keliling lapangan sama Pak Andy karena aku terlambat datang ke sekolah”, jawab Rizal, “dasar kamunya aja yang malas sampai-sampai bisa datang terlambat,” jawab Ahmad, “enak aja aku malas, aku terlambat karena rantai sepeda aku lepas, jadi aku betulin dulu”, jawab Rizal dengan nada kesal, “oh seperti itu, kalau gitu ayo kita sholat dhuha dulu”, jawab Ahmad. iya sebelum pak Sulaiman datang buat menyuruh kita buat salat.
Rizal pun menuju ke hall putra dilantai tiga untuk melaksanakan salat berjamaah bersama teman-teman yang lainnya. Setelah salat berjamaah Rizal pun menuju ke teman satu kelompok senamnya,”Hai guys, gimana persiapannya nich?”, tanya Rizal sambil berteriak kepada teman-temannya. “Kamu kemana aja Rizal dari tadi kami nyariin kamu”, jawab edi teman satu kelompok senam. Didalam ujian praktek olahraga senam dibentuk beberapa kelompok, didalam satu kelompok terdiri dari lima siswa. Rizal tergabung ke dalam kelompok D yang terdiri dari Rizal, edi, Arjuna, Doni, Zainudin. “Rizal hari ini hari kamis kamu puasa gak?” tanya Zainuddin. “aku hari puasa, kenapa emangnya? Jawab Rizal, Apa kamu kuat ujian praktek olah raga nanti, kan gak hanya senam aja?”, tanya Arjuna, “iya aku tahu Bismillah, insyaallah aku kuat kok, hitung-hitung latihan buat puasa ramadhan nanti”, jawab Rizal, “kamu hebat Zal puasa tapi masih aja berkegiatan”, Jawab Doni, “bagiku puasa itu bukan suatu halangan bagi seseorang untuk melakukan suatu aktivitas, melainkan untuk semakin mendekatkan kita kepada Allah” jawab Rizal, “benar kamu Zal”, jawab Arjuna dengan mengacungkan ibu jarinya, “kalian tau gak sich kenapa kita dianjurkan untuk puasa Senin Kamis?” Tanya Rizal kemudian serentak Doni, Arjuna, Edi, dan Zainuddin menjawab kenapa emangnya, “ternyata ada kedahsyatan tersendiri dari puasa Senin Kamis. Mereka banyak yang tidak tahu puasa Senin Kamis selain dapat meningkatkan ketakwaan kita juga memiliki manfaat untuk kesehatan, kemajuan pribadi, kesuksesan karier/usaha, terkabulnya doa dan masih banyak lagi, jawab Rizal lantas dasat hukum dianjurkannya puasa Senin Kamis ini apa?”Tanya Arjuna,”Rasulullah SAW ditanya oleh berberapa sahabat terkait apa alasan yang mendasari mengapa puasa Senin Kamis dianjuarkan beliau bersabda “ Sesungguhnya segala amal perbuatan itu dipersembahkan pada hari Senin dan Kamis, maka aku lebih suka jika amalanku dihadapkan sedangkan aku dalam keadaan berpuasa” HR Tirmidzi,” Jawab Rizal,”kalau di perhatikan dari hadis ini manusia itu seperti karyawan yang setiap mengerjakan tugas masing, dan setiap minggu diaudit oleh tim auditor gitu yaa”, jawab Edi, “Iya ed kok kamu tahu sich", jawab Rizal, “iya karena ayahku bekerja sebagai karyawan tim auditor gitu”.Jawab Edi Eh. Ujian prakteknya udah di mulai loo”, kata Doni, sebentar lagi kelompok C kita siap-siap turun yuk”, kata Rizal. Mereka akhirnya pun turun. “Iya itu tadi penampilan dari kelompok C beri applause”, kata Pak Faizal selaku guru olah raga, “kini giliran kelompok D silahkan maju Rizal, Doni, Zainuddin, Arjuna dan edi beri applause kawan-kawan” lanjut pak Faizal kemudian mereka pun mempresentasikan gerakan senam yang mereka buat. setelah selesai ujian praktek senam, kemudian berlanjut ke ujian praktek selanjutnya yaitu lari, push up, sit, up dan bola besar basket dan sepak bola. Sore hari pun menjelang para siswa pun sudah mulai pulang.”Kamu hebat zal walau keadaan puasa masih saja kuat ikut ujian praktek olahraga padahal berat loo”, kata Ahmad, “kalau udah diniatin insyaallah dipermudah mad”, jawab Rizal, “kamu pulang naik ojek online mad? “tanya Rizal, “iya zal”, jawab Ahmad, “kamu pulang bareng aku aja rumah kitakan searah”, jawab Rizal, oke kalau gitu, jawab Rizal. Kemudian mereka berdua pulang bersama. “Berhenti”, kata Ahmad, “iya udah tahu inikan rumah kamu”, jawab Rizal, “terima kasih ya udah nganterin aku”, kata Ahmad. “ya sama-sama, Assalamualaikum” kata Rizal, “Waalaikumsallam” jawab Ahmad. Sesampainya dirumah. “Assalamualaikum”, Rizal mengucapkan salam sambil memarkir sepedanya di teras rumahnya, kemudian “waalaikumsallam, ini ibu udah buatkan kamu teh hangat untuk kamu berbuka nanti “kata bu Diana. “Asik-asik”, jawab Rizal kegirangan. tak lama kemudian waktu Maghrib pun tiba saatnya dan Rizal pun menyantap takjil yang disediakan dan bersyukur atas kenikmatan yang diberikan Allah kepada dirinya dan kemudian Rizal pun menutup puasa Seni Kamisnya dengan salat Maghrib berjamaah di Masjid.;
M. Arfian Septiansyah
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar